Ekor Naga atau Kepala Ayam??!

“>Tak ada yang istimewa dari kepala seekor ayam dan buntut seekor naga , ketika semuanya terhenti pada sebuah “ukuran” . 
Jika kita merasa mendapatkan apa yang kita inginkan dan cari , maka kepala ayam dan ekor naga tak menjadi lebih baik antara satu dan lainnya. 

>Menjadi ekor dalam sebuah sistem , pasti menyenangkan karena ekor adalah sebuah penyeimbang , setiap geraknya adalah kontribusi untuk sebuah keseimbangan dan berharap saja bahwa keseimbangan yang bisa dicapai akan memiliki manfaat tidak saja untuk badan sang naga , tapi juga lingkungan tempat sang naga berdiam. 

>Begitu juga ketika menjadi kepala ayam adalah sebuah pilihan 
dia tetap membutuhkan ekor sebagai penyeimbang . 
Kalaupun dia punya nilai lebih mungkin karena “pusing” itu adanya dikepala. 

>Keduanya akan bergantung dari bagaimana kita memaknai sebuah pekerjaan. 

>Jika berkehendak menjadi kepala seekor ayam maka mengenali diri sendiri adalah jalan untuk mencapainya. ” – with Nyda

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s